Rocky Gerung: Kita Butuh Pemimpin yang Lolos Etikabilitas, Bukan Hanya Elektabilitas

- 23 Mei 2023, 14:32 WIB
Rocky Gerung saat menyampaikan narasinya di Kampus  1 UIN Alauddin Makassar
Rocky Gerung saat menyampaikan narasinya di Kampus 1 UIN Alauddin Makassar /Dokumen Pribadi/Andi Novriansyah Saputra/

GOWAPOS - Pengamat politik Rocky Gerung menjelaskan karakter pemimpin selanjutnya untuk Indonesia di hadapan Mahasiswa kampus UIN Alauddin Makassar.

Menuju Pemilihan umum (Pemilu) 2024, sejumlah nama yang disinyalir akan menjadi Calon Presiden (Capres) telah bermunculan. Pengamat politik nasional Rocky Gerung menilai bahwa saat ini para elit politik hanya menaikkan nama dengan standar elektabilitas survei.

Standar Capres

Menurutnya ada penilaian yang lebih penting daripada sekedar elektabilitas, yaitu etikabilitas.

"Padahal negeri ini membutuhkan standar pemimpin yang lolos etikabilitas, tidak berbohong. Itu dasarnya. Tidak mengucapkan hanya yang dia inginkan, kita perlu standar itu," katanya saat menjadi narasumber Mimbar Pikiran yang diadakan oleh HMPS Ilmu Politik dan Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar, di Kampus 1 UIN Alauddin Makassar, 23 Mei 2023

Baca Juga: Rocky Gerung Nilai Presiden Jokowi Minta Cawapres dari Koalisi Besar, PAN Bisa Ikut Dukung Ganjar Pranowo

Selain menekankan pentingnya etika, pengajar filsafat itu juga beranggapan bahwa pemimpin selanjutnya harus lolos uji intelektualitas. Alasannya, karena pemimpin kedepan harus bisa melakukan negosiasi dan kesepakatan politik luar negeri memberikan pengaruh bagi dunia.

Menurut Rocky, jika sudah memenuhi standar etikabilitas dan intelektualitas, maka pemimpin tersebut baru bisa diuji dengan elektabilitas.

"Baru standar ketiga, elektabilitas. Jadi Presiden-Presiden ini harus kita uji dengan tiga standar tadi, etikabilitas, intelektualitas dan elektabilitas," tuturnya.

Politik gagasan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Prodi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar Syahrir Karim berharap para calon pemimpin dalam kontestasi Pemilu 2024 lebih banyak menghadirkan politik gagasan.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Akan Hadiri Kelanjutan Sidang Haris Azhar, Rocky Gerung: Ada Buka-Bukaan Total

Sehingga demokrasi di Indonesia tidak terasa hampa dan dipenuhi dengan beragam ide serta perspektif dari setiap calon. Kampus diharapkan olehnya bisa menjadi tempat untuk memulai secara serius diskursus politik gagasan tersebut.

"Demokrasi tanpa ide hampa rasanya. Demokrasi itu harus dibangun dengan ide, demokrasi itu harus dibangun dengan gagasan. Sekarang ini harus dibangun sebuah proses yang namanya berpolitik gagasan. Saya kira kampus adalah laboratorium ilmiah di mana kita bisa berbagi ide, berbagi gagasan dan ruang kita untuk saling debat," ucapnya.***

Editor: Andi Novriansyah Saputra


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x