BPBD Sebut Penyebab Tanah Longsor di Toraja Sulawesi Selatan yang Menelan 18 Korban Jiwa

- 14 April 2024, 17:47 WIB
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sejumlah korban tanah longsor di Toraja, Sulawesi Selatan.
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sejumlah korban tanah longsor di Toraja, Sulawesi Selatan. /ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas/


GOWAPOS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Selatan telah melaporkan total 18 korban jiwa akibat tanah longsor di dua lokasi bencana, yaitu Dusun Palangka, Kecamatan Makale, dan Dusun Putu, Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja.

"Jadi ada dua titik tanah longsor, tim gabungan saat ini sedang melaksanakan evakuasi terhadap para korban di lokasi kejadian," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo saat dikonfirmasi, Minggu.

Bencana tanah longsor terjadi di dua lokasi. Peristiwa pertama berlangsung di Dusun Putu', RT Bekak, Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan pada Sabtu, 13 April 2023, sekitar pukul 23.00 Wita.

Empat orang meninggal dunia akibat tertimpa material longsor, yaitu Indo Luka, Ambe Dian, Karopa, dan Luaran, sementara dua korban selamat adalah Fitri Rante dan Indo Marni.

Bencana ini disebabkan oleh hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung selama beberapa hari dan kondisi tanah yang labil, mengakibatkan longsor yang menimbun beberapa rumah dan penghuninya. Estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian serupa juga terjadi di lokasi kedua, Dusun Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale pada Sabtu, 13 April 2024, sekitar pukul 23.30 Wita.

Dilaporkan bahwa 14 orang telah meninggal dunia, dua korban selamat tetapi terluka, dan dua lainnya masih dalam pencarian. Korban yang meninggal adalah Dala, laki-laki berusia 40 tahun; Bertha Bine, perempuan berusia 35 tahun; Putri berusia 5 tahun; Weno, laki-laki berusia 2 tahun; Wiris alias Dado, laki-laki berusia 6 tahun.

Kemudian, Marcel Oda, laki-laki berusia 16 tahun; Agustinus Bongga, laki-laki berusia 20 tahun; Mala, laki-laki berusia 60 tahun; Baru, laki-laki berusia 40 tahun; Endi, laki-laki berusia 15 tahun; Matius Kottong, laki-laki berusia 35 tahun; Aco, laki-laki berusia 37 tahun; Mase', laki-laki berusia 38 tahun; dan Jimmy, laki-laki berusia 27 tahun.

Penyebab kejadian ini adalah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung selama beberapa hari dan kondisi tanah yang tidak stabil, yang mengakibatkan terjadinya longsor yang menimbun beberapa rumah warga saat mereka tertidur. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel, mengonfirmasi kejadian tersebut secara terpisah. Data sementara menunjukkan bahwa ada 24 korban terdampak longsor, dengan 18 orang dinyatakan meninggal dunia, dua hilang, dan empat orang selamat.

Halaman:

Editor: Burhan SM

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah