Cek Fakta: Satu Sel dengan Napoleon Bonaparte, Ferdy Sambo Dihajar Hingga Babak Belur?

- 2 September 2022, 08:12 WIB
Ferdy Sambo (Kiri) dan Napoleon Bonaparte (Kanan)
Ferdy Sambo (Kiri) dan Napoleon Bonaparte (Kanan) /Kolase Foto/Antara @Asprilla Dwi Adha/Tangkap Layar YouTube Teknologi Populer//

GOWAPOS - Cek fakta informasi yang beredar tentang Ferdy Sambo dihajar hingga babak belur oleh Napoleon Bonaparte.

Informasi (Disinformasi) tersebut beredar melalui media sosial facebook yang menyatakan Irjen Ferdy Sambo babak belur lantaran berada di dalam satu sel tahanan dengan Irjen Napoleon Bonaparte.

Video diunggah pada tanggal 14 Agustus 2022 dengan judul "Satu sel dengan Irjen Pol Napoleon Bonaparte Nasib Ferdy Sambo Meng3nask4n?!".

Baca Juga: Cek Fakta: Bus Rombongan Paskibraka Terperosok ke Dalam Jurang dan Menewaskan Tujuh Orang

Benarkah informasi yang beredar tersebut? cek faktanya disini.

Melansir instagram @jalahoaks pada tanggal 01 September 2022, Postingan tersebut adalah 100% hoaks.

Faktanya, Hingga kini belum ada informasi resmi yang mengabarkan bahwa kedua mantan anggota kepolisian yang terseret kasus tersebut berada dalam satu sel.

Selain itu, artikel yang digunakan dalam membahas informasi pada video tidaklah berisikan kabar kejadian dihajarnya Ferdy Sambo oleh Napoleon Bonaparte.

Baca Juga: Cek Fakta: Dosis Booster Vaksin Covid-19 Berpengaruh Buruk Pada Siklus Menstruasi?

Napoleon ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Sedangkan, Ferdy Sambo saat ini masih ditahan di Mako Brimob setelah ia terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.

Sehingga kedua jenderal tersebut dipastikan tidak berada dalam satu sel tahanan.

Berdasarkan informasi tersebut di atas, maka kabar bahwa Ferdy Sambo dihajar hingga babak belur oleh Napoleon Bonaparte adalah bohong dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Informasi ini masuk dalam kategori Konten Manipulasi (Manipulated Content).

Konten manipulasi adalah sebuah konten yang sudah diedit. Konten-konten tersebut akan diedit sehingga tidak sesuai dengan konten aslinya.

Konten-konten jenis ini dibuat untuk mengecoh masyarakat yang membacanya, Kejadian seperti ini banyak dialami oleh media-media besar. Konten yang mereka buat akan diedit atau disunting oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.***

Editor: Burhan SM


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah