Sebelum ke Stadion, Timnas Indonesia 'Dikerjai' dengan Mutar-mutar di Qatar Sehingga Telat Tiba

- 17 April 2024, 06:12 WIB
 Manajer tim U-23 Indonesia, Endri Erawan (tengah) resmi melayangkan protes ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait laga Indonesia vs Qatar.
Manajer tim U-23 Indonesia, Endri Erawan (tengah) resmi melayangkan protes ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait laga Indonesia vs Qatar. /pssi/

GOWAPOS - Masih menyoal soal laga Timnas Indonesia vs Qatar yang dinilai tidak fair, maka Manajer tim U-23 Indonesia, Endri Erawan resmi melayangkan protes ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Indonesia mengadukan soal kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit video assitent referee (VAR), Sivakorn Pu-Udom.

Diketahui kalau laga perdana kedua tim grup A tersebut berlangsung di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, pada Senin, 15 April yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Qatar.

"Tentu kita semua kecewa dengan kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit VAR, Sivakorn Pu-Udom yang semua bisa melihat bahwa mereka banyak memberikan keputusan-keputusan yang merugikan untuk Indonesia. Setelah pertandingan, mewakili tim kami resmi protes kepada AFC terkait keputusan-keputusan mereka," kata Endri dikutip dari laman pssi.org.

Baca Juga: Laga Perdana, Indonesia Kalah dari Qatar 0-2, Australia vs Yordania Berakhir Imbang

Baca Juga: Shin Tae-yong Nilai Laga Indonesia vs Qatar Sebuah Lelucon: Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit

"Kita tahu protes ini tidak akan mengubah hasil pertandingan. Namun setidaknya untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya di ajang bergengsi Piala Asia U-23 2024 ini para wasit/perangkat pertandingan bisa lebih baik lagi dalam mengambil keputusan yang tidak merugikan tim U-23 Indonesia," sambung pria yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.

Selain soal kinerja wasit, pada laga hari ini tim U-23 Indonesia juga merasa dikerjain atau dibikin tidak nyaman saat berangkat ke stadion dari hotel jelang laga tersebut.

"Ya ada kejadian yang kita sayangkan yakni bus tim Indonesia saat dari hotel menuju stadion tempat pertandingan kita dilewatkan jalan yang jauh dan berputar-putar (diluar jalur normal). Alhasil, kita satu tim telat memasuki stadion hampir 20 menit, harusnya hanya 8-10 menit dari hotel ke stadion. Karena biasanya dan sesuai regulasi kita datang ke stadion yakni 90 menit sebelum kick off. Entah hal ini siapa yang salah, yang jelas kita juga laporkan ke AFC, karena membuat kami semua rugi waktu dan tidak nyaman," tukas Endri.***

Editor: Subair Pare

Sumber: PSSI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x